Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, mengalami insiden mengkhawatirkan dalam pertandingan Serie A antara Cremonese vs Inter Milan yang berlangsung di Stadion Giovanni Zini, Senin (2/2) dini hari WIB.
Audero yang tampil sebagai starter di bawah mistar gawang Cremonese mendadak terjatuh pada awal babak kedua setelah terkena flare yang dilempar suporter ke dalam lapangan. Kejadian ini langsung membuat laga dihentikan sementara.
Flare Meledak Dekat Kotak Penalti, Emil Audero Terjatuh
Insiden bermula ketika sebuah flare atau cerawat dilempar dari tribun utara ke arah lapangan. Benda tersebut jatuh dan meledak di area kotak penalti, tepat di dekat posisi Emil Audero berdiri.
Ledakan itu membuat Audero terkejut hingga terjatuh di atas rumput. Para pemain yang sedang berlari mengejar bola langsung menghentikan permainan begitu menyadari situasi berbahaya tersebut.
Wasit pun segera menghentikan pertandingan untuk memberi kesempatan tim medis masuk ke lapangan.
Baca Juga:
Rumor Mauro Zijlstra Gabung Persib Bandung Makin Memanas Setelah Bilang Tidak Betah di FC Volendam
Tim Medis Beri Pertolongan Pertama

Tak lama setelah kejadian, staf medis Cremonese langsung memberikan penanganan kepada Emil Audero yang terlihat syok.
Menurut laporan media Italia, Audero mengalami:
-
Luka pada kaki kanan
-
Gangguan pendengaran di telinga kanan
Ia bahkan sempat memberi tahu tim medis bahwa dirinya tidak bisa mendengar dengan jelas setelah insiden flare tersebut.
Rekan-rekan setimnya juga tampak menghampiri dan memberikan dukungan moral kepada sang penjaga gawang.
Audero Tetap Melanjutkan Pertandingan
Meski sempat mendapat perawatan cukup lama, Emil Audero akhirnya memutuskan untuk melanjutkan pertandingan dan kembali mengawal gawang Cremonese hingga laga usai.
Namun, dalam pertandingan tersebut Cremonese harus mengakui keunggulan Inter Milan dengan skor 0-2.
Dua gol Inter dicetak pada babak pertama melalui:
-
Lautaro Martinez
-
Piotr Zielinski
Hasil ini membuat Inter Milan semakin kokoh di puncak klasemen Serie A, sementara Cremonese masih terjebak di papan bawah.
Baca Juga:
Persipura Jayapura Kalahkan Persiku Kudus 2-1, Kemenangan Dipersembahkan Untuk Mettu Dwaramury
Pelatih Cremonese Bersikap Tegas

Pelatih Cremonese, Davide Nicola, menyayangkan keras kejadian yang menimpa Emil Audero. Ia menegaskan bahwa insiden seperti ini seharusnya bisa dicegah dan harus diberantas dari dunia sepak bola.
โSaya takut karena saya kira dia terkena ledakan, tetapi kemudian Emil merasa bisa melanjutkan,โ ujar Nicola, dikutip dari situs resmi klub.
Nicola juga mendesak pihak terkait untuk segera meningkatkan budaya sportivitas dan keamanan stadion.
โIni adalah insiden yang bisa diberantas jika kita mau. Saya meminta mereka yang bertanggung jawab untuk menemukan solusi,โ tambahnya.
Presiden Inter Milan Mengecam Pelaku

Kecaman juga datang dari Presiden Inter Milan, Beppe Marotta, yang menilai aksi pelemparan flare tersebut bertentangan dengan nilai-nilai olahraga.
โSaya dengan tegas mengecam apa yang terjadi hari ini. Itu adalah tindakan tidak masuk akal dan sepenuhnya bertentangan dengan nilai-nilai sportivitas,โ kata Marotta.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh pihak di Inter merasa kecewa karena insiden ini mencoreng pertandingan dan membahayakan pemain.
Marotta percaya pihak berwenang akan segera mengambil tindakan tegas terhadap pelaku.
Baca Juga:
Dony Tri Pamungkas Dipuji John Herdman, Souza Sebut Tinggal Tunggu Waktu Dipanggil Timnas Indonesia
Pelaku Pelempar Flare Dikabarkan Sudah Teridentifikasi
Menurut laporan media Italia seperti La Gazzetta dello Sport dan Corriere della Sera, pelaku pelempar flare disebut sudah berhasil diidentifikasi.
Pelaku bahkan dilaporkan datang ke rumah sakit di Cremona dengan cedera serius di tangan, dan kehilangan tiga jari akibat flare lain yang dilemparkannya sendiri.
Keributan juga sempat terjadi di tribun suporter tandang karena banyak fans yang marah terhadap aksi berbahaya tersebut.
Pelaku kabarnya akan:
-
Ditangkap pihak berwajib
-
Dilarang masuk stadion
-
Berpotensi memicu sanksi larangan tandang bagi suporter Inter
Namun hingga kini, keputusan resmi otoritas masih dinantikan.
Peristiwa yang menimpa Emil Audero kembali menyoroti masalah keamanan stadion di Italia, terutama terkait penggunaan flare yang dapat membahayakan pemain maupun penonton.
Meski Audero mampu melanjutkan pertandingan, insiden ini tetap menjadi alarm serius bahwa tindakan tidak bertanggung jawab dari oknum suporter bisa berdampak fatal.












